Durian Muda itu Membuat Aku Pingsan

February 12, 2008 at 8:14 am (Masa Kecil)

Hari itu Selasa, hari yang paling ramai dalam satu Minggu itu, karena dihari itu adalah hari pakan/balai. Seperti biasa, setelah pulang sekolah rasanya ingin cepat sampai ke pasar, beli lotek sate, nonton orang jual obat dengan permain sulap sebagai media mengumpulkan orang biar rame, juga kesempatan dapat jatah tambahan “balanjo” atau Jajan oleh andung (nenek) yang kala itu masih kuat.

Kadang dihari itu juga, kesempatan bertemu dengan kakek-kakek atau nenek-nenek dari pihak ibu, dan pasti, recehan untuk nambah balanjo bertambah juga.

Dipasar itu juga ada rumah salah satu kakek (kakak dari andung), dan saudara-saudara tersebut diatas, pasti ngumpulnya disana, dan tentu juga sebagian anak-anak dan cucunya.
Salah seorang kakekku yang agak jarang ikut kesana datang, kakek ini adalah seorang yang dituakan di daerah ini, kata orang, tangannya berbisa, entahlah…. tapi nyatanya suatu hari dizaman pergolakan, orang yang kena tempelng oleh beliau, pasti mersakan panas dingin, dan sembuh setelah meminta maaf kepada beliau, dan juga cerita orang tua-tua, heroik beliau dizaman pergolakan sangat dihormati.

“Pen.. kamano ang bako patang?

“Ndak kamano-mano do Gek, po du?

“Pai babuwu jo gek bako?

“Jadi Gek….

Hari menunjukan jam 12 siang, panas terik mentari sudah memaksa aku mandi disungai yang jernih dibelakang pasar dengan teman-teman sebaya, mandi sambil bermain air sama teman-teman di lubuk atau melakukan jeram dengan rakit batang pisang dikala musim hujan, adalah kegemaran kami waktu itu.

Walaupun perut ini sudah kenyang oleh jajanan pasar, namun sesampai dirumah amak tetap meminta makan dulu sebelum pergi bermain-main, maklum, disaat hari pasar seperti ini, makanan siang selalu tersedia yang enak-enak, paling tidak, amak selalu juga beli makanan ringan lainnya.
***

Gaek datang sendirian, membawa 2 ekor anjing paburuan beliau, seekor anjiang bacak yang tinggi besar yang di ikat tali yang bagus, dan seekor lagi si samuik yang kecil nan lincah mengikuti dari belakang, tidak singgah dirumah, kami langsung jalan untuk pergi berburu, walau hanya berdua, tetapi setiap sore hari itu adalah tradisi berburu kecil-kecilan bagi masyarakat kampung itu, walau tidak akan mendapatkan mangsa, tetapi dengan salak anjing mengejar babi saja hati sudah puas.

Lelah juga badan ini, berlari berkejar-kejaran didalam hutan dan semak belukar.

“Baliak wak lai Pen…

“Jadi Gek…

Kami berjalan santai sambil memanggil-manggil si samuik untuk pulang, sementara si Bacak sudah di ikat lagi, sementara menunggu sisamuik, gaek berkata;

“Makan Duwian mudo wak pen?

“Jadi Gek..

“Cai la pangimbek

Aku datang dari semak-semak membawa dua potong kayu sebesar lengan anak kecil, dan menyerahkannya kepada Gaek.

Gaek lansung membidik beberapa buah Durian disebuah rumah kosong di pinggir hutan itu, tangan beliau siap mengayun kayu “pangimbek yang aku cari tadi” walau duriannya cukup tinggi, bidikan gaek tepat mengenai sasaran, namun belum menjatuhkan buah durian tersebut, lain kalau duriannya sudah matang, tentu sudah jatuh…

Lalu gaek mengambil potongan kedua kayu tadi, mengulang membidik dan melempar durian yang tadi tidak jatuh, pada lemparan kedua ini, sama seperti lemparan pertama, tentu tepat pada sasaran, dan.. bugg….. akhirya durian itu jatuh juga.

“Pen.. ambiak tu lau ha, ketek nan gae no, ba pangimbek tu liak

Aku lansung berlari mengejar durian yang baru jatuh itu, disaat aku lagi jongkok, tiba-tiba ada yang menimpa kepalaku dengan begitu kerasnya, aku lansung jatuh.. dan tidak sadarkan diri.

[kalo ado wakatu… diSambung ntar ahh…]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: