SMS Mengingatkan Saya

January 12, 2008 at 7:58 am (Masa Kecil) ()

Tadi pagi saya menerima SMS, namanya gak ada di list kontak HP, pesannya cuman dikit “Assalamualaikum, Sorry menggangu. Ttd, Zul Makruf St. Batua”

Pikiran lansung menerawang semasa dikampung dulu, melihat nama yang ditulisnya, mengingatkan saya pada seseorang, yang mungkin 10 tahun lebih tidak bertemu, dikarenakan kita sama2 merantau, dikala saya pulang dia tidak, kalau dia pulang, sayapun demikian.

Berwal cerita dari sini.
Saya beradik kakak 6 bersaudara, 7 kalo semuanya, saya anak kedua dan punya adek 4, kenapa saya katakan 7, tetapi saya anak ke 2 sementara adik 4. Minangabau menganut silsilah mantrilineal, atau kekerabatan berdasarkan garis keturunan Ibu, kakak saya yang pertama satunya seibu, dan satunya lagi sebapak, namun yang berasa kakak, hanya yang seibu, dikarenakan dari kecil kita serumah.

Halnya pergaulan kakak beradik dikampung saya masa itu, karena sangat menghormati kakak, kita diluar rumah tidak begitu akrab, tapi kalau dirumah sering berantem, dalam pergaulan anak muda, kalau tidak begitu penting, kita jarang bertegur sapa atau ngobrol, apalgi becanda, paling kalau ada sesuatu yang penting saja disampaikan. Temen-temen kita sebetulnya sama, tetapi kalau lagi nongrong, ada kakak saya itu, maka saya akan menghindar, atau jika pergi satu rombongan, saya mengalah pergi dengan rombongan yang lain, adik dalam hal ini kebanyakan mengalah, mungkin dikarenakan kita masih dianggap kecil.

Saya termasuk dalam anak-anak yang bergaul terlalu cepat, rata-rata teman sepemainan waktu itu diatas rata-rata umur saya, (seumuran kakak yang beda 6 tahunan) bisasanya kalau ada anak kecil ikut-ikutan, selalu nggak diajak, tetapi saya mungkin dikarenakan rata-rata teman-teman itu punya hubungan keluarga semua, jadi mereka tidak memperlakukan seperti anak-anak lainnya, mereka ustru sering mengajak ikut.

Begitu juga dengan tempat “pembujangan” (Anak Muda minang, kalau sudah akil baliq, sudah agak jarang tidur dirumah ortu, kalau gak di surau, ya dirumah teman) kalau kakak say itu nginap disitu, maka saya gak mungkin ikut-ikutan pula disitu, begitulah bentuk penghormatan dikeluarga saya pada waktu itu sama kakak, walau saat ini sudah mulai pergaulan seperti itu sudah mulai langka.
Lain pula halnya dengan kakak saya yang satunya lagi tadi, kakak se bapak lain ibu dengan saya, kita tidak pernah serumah dari kecil, sehingga pergaulan saya sama dia sama halnya dengan teman-teman yang lain, saya hormati dia sebagai kakak saya, tetapi dalam pergaulan kita sepertinya kita sama besar (seumur) walau beda umur saya ama dia juga 6 tahunan.

Kita pernah sepembujangan, satu rombongan pergi bermain, bahkan mungkin pernah sama-sama menggodain cewek yang sama, dia kakak saya, tapi sama pergaulannya dengan teman-teman kebanyakan, minta rokok (kalau sama kakak seibu, bisa kena marah), besenda gurau, dan lain sebagainya.

Setelah meninggalkan kampung, tahun 1995an, saya sudah hilang kontak dengan dia, karena dia pergi merantau lebih duluan, walau hanya masih dalam kota-kota disekitar Sumantra, namun begitu, saya masih tetap menerima kabarnya, walau sesampai dan beberapa tahun di dirantau, saya masih selalu menanyakan kabar dia, kata bapak, kalau pulang dia masih sering singgah kerumah, namun sampai waktu itu dia juga belum bekeluarga, dan saya juga tidak pernah ketemu dia jikalau saya pulang kampung.

Tahun 2003an, saya menikah, kakak saya seibu sudah punya anak kembar sepasang, tetapi dia kabarnya juga belum, dan saya dengar dia berdagang di daerah Riau, Saya menikah di usia 27 tahun, istri saya dari sebuah kecamatan di Agam, setelah beberapa bulan saya menikah, saya dapat kabar dari bapak dan ibu, bahwa kakak saya itu juga akan menikah, entahlah… mungkin dia tidak mau merasa jauh terlewati bekeluarga dari saya, cuman yang membuat saya senang, dia menikah beberapa bulan semenjak saya menikah, dan Istri dia, juga dari tempat yang sama dengan istri saya, bahkan punya hubungan kekeluargaan, karena masih satu kampung, saya nggak tau, apakah ini kebetulan, ataukah garis darah kita yang sama, padahal tidak ada yang mengenalkan, ngasih tau, atau lain sebagainya..

Namun asal dan pelabuhan kita di tempat yang sama, sampai saat ini saya juga belum sempat ketemu di kampung pelabuhan kami terakhir, dan baru tadi dia ngasih kabar lewat SMS itu, saya lansung telepon, yah.. berbicara banyak antara kakak dengan adik, dan kawan dengan kawan, yang dusah sekian tahun tidak ketemu..

Semoga taun ini kita bertemu di Koto Marapak Da Zul…

1 Comment

  1. alris sutan batua said,

    Ondeh mandeeeh, kakak Nofend sasuku jo wakden. Den panai pasia talang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: